Training Teknik Pemeliharaan Pompa

June 28, 2009 at 6:52 pm 3 comments

P2M Mesin Salemba – Rabu, 24 Juni 2008

Salah satu modul yang diberikan pada Training Teknik Pemeliharaan Pompa adalah Kalkulasi Instalasi Pompa. Peserta yang hadir hanya 3 orang, mereka semuanya berasal dari perusahaan yang sama PT Multan Kusuma Sakti sebagai agen tunggal dari pompa product Jerman dan Amerika, sori saya lupa nama productnya.

Peserta Training dari PT Multan Kusuma Sakti, dari kiri : Dwi Setiawan, Yusup Adi Pratomo, Virga Widyatama T

Peserta Training dari PT Multan Kusuma Sakti, dari kiri : Dwi Setiawan, Yusup Adi Pratomo, Virga Widyatama T

Saya ceritain dulu profil singkat pesertanye ye :

Dwi Setiawan : Sales Engineer PT Multan Kusuma Sakti, berumah tangga dengan anak 1, baru bekerja 2 minggu (saat training lho…), pernah gagal dalam berbisnis – bisnis laptop second, naek motor kaze (punya obsesi naek kaze laki alias ninja), tinggal di Pondok Gede.

 Yusup Adi Pratomo : Application Engineer PT Multan Kusuma Sakti, pengalaman kerja 11 bulan (saat ikut training), berumah tangga dengan anak 1, naek motor supra (katanya irit), tinggal di Duren Sawit.

 Virga Widyatama T : Application Engineer PT Multan Kusuma Sakti, pengelaman kerja 7 bulan, berutamah tangga  tapi belom dikaruniai anak, isteri juga bekerja di daerah Pulo Gadung, sehari-harinye naik kereta (ati-ati banyak copet tuch di kereta), tinggal di Komplek Timah Kelapa Dua, ternyata deket dengan rumah saya.

Pokok bahasan pada modul kalkulasi instalasi pompa ini meliputi perhitungan mengenai :

– Kapasitas aliran

– Heat total pompa yang meliputi : head actual dan total head losses

– Putaran pompa

– Daya pompa dan penggeraknya

– Menentukan jenis pompa.

Salah satu yang penting dalam kalkulasi instalasi pompa ini adalah bagaimana mencari koefisien gesek dengan menggunakan “Moody Diagram”

Moody Diagram

Moody Diagram

Bagaimana cara baca “Moody Diagram” ?

Dari kapasitas (kecepatan dan luas penampang) dan spesifikasi fluida yang dialirkan maka kita akan mendapatkan bilang Reynolds (pada mooody diagram posisinya di sumbu x – horizontal). Bilangan Reynolds inilah yang menentukan jenis aliran itu laminar atau turbulen. Kemudian dari data material pipa yang digunakan kita akan mendapatkan kekasaran permukaan, pada sumbu vertikal di sebelah kanan akan terbaca rasia kekasaran permukaan pipa dengan diameter pipanya. Selanjutnya bagaimana menentukan koefisien geseknye ? Bila dari hasil perhitungan bilangan Reynolds didapat jenis alirannya laminar, maka f (koefisien gesek) cukup dihitung dengan rumus f = 64/Re. Namun bila jenis alirannya turbulen, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menarik garis lurus vertikal dari bilangan Reynolds yang didapat, kemudian cari titik potongnya dengan rasio kekasaran permukaan dan diameter pipa (garis ini berbentuk eksponensial), nah dari titik potong itu ditarik garis ke kiri, maka akan didapat nilai koefisien geseknya.

Demikian yang bisa saya sampaikan semoga bermanfaat.

Wassalam

imansyah

Entry filed under: Artikel Campuran. Tags: .

PSB ONLINE DEPOK & DKI Hasil Sementara Umar : PSB – PPDB Depok dan DKI

3 Comments Add your own

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts


%d bloggers like this: