PSB ONLINE DEPOK & DKI

June 22, 2009 at 3:25 pm 10 comments

Ini pengalaman ane pertama ngurus anak sekolah masuk SMP. . . Kasusnye si Umar, seperti di artikel sebelumnye, dengan score 26.35 serba tanggung. Kepengennye die masuk SMP negeri di DKI (SMP 41 atau 98), tapi ini khan harus pindah rayon yang jatahnye cuma 5%. Padahal domisili ane DKI. Dari data tahun 2008 nilai minimal untuk calon Non DKI scorenye 27 koma sekian SMP 41 ame 98 sama aje.  Browsing sana sini, akhirnye dapet web PSB online DKI dan Depok. Sekarang zamannye IT, orang Nipon bilang IT Jidai, alhamdulillah informasi melalui WEB ini sangat membantu sekali :

– Untuk DKI :  http://www.psb-smpdki.org/

– Untuk Depok : http//psb.depok.go.id/

Semoga sukses….

Entry filed under: Artikel Campuran. Tags: .

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Training Teknik Pemeliharaan Pompa

10 Comments Add your own

  • 1. saipul  |  June 23, 2009 at 1:19 am

    web nya depok kok kalah ya dibanding sama web Jakarta apalagi Surabaya di http://www.psbsby-online.net
    bisa nggak dilengkapin ame data statistik pendaftaran tahun 2008 sama sebaran hasil UAN 2009 spt kayak punya surabaya spy bs membantu temen2 mendaftar sekolah.

    Reply
    • 2. imansyah88  |  June 23, 2009 at 7:39 am

      Data statistik tahun 2008 ada tuch di webnya, coba pilik passing grade 2008, keluar dech. Cuma untuk hasil UASBN 2009 belom ade. Informasi dari sekolah untuk wilayah Depok nilai UASBN tertinggi SD Tugu (29 koma sekian), kemudian SD Tugu 10 (juga 29 koma sekian), hebat euy…..

      Reply
      • 3. saipul  |  June 24, 2009 at 8:29 am

        iya tuh skrg udah ada, makasih bos

      • 4. imansyah88  |  June 24, 2009 at 4:14 pm

        OK, semoga blog ini dapat terus memberikan manfaat buat nyang ngebacanye..amin

  • 5. Mumuh JRH  |  June 24, 2009 at 2:09 am

    Jadinya masuk SMP kemana negh Pak Haji ? Kalo ngelihat data nilai Umar segitu mah, Umar anak yang pinter atuh …
    koq masih nanggung yah nilainya ?
    Gak ngerti nih … 😦

    Cheers …

    ttd.
    Jajaka Raheut Hatana

    Reply
    • 6. imansyah88  |  June 24, 2009 at 4:15 pm

      IYe nanggung…rata-ratanye cuma 8,7…kurang 0,3 khan biar dapet 9. BArusan discuss ame isteri kayaknye si Umar mo dimasukin ke SMP di Depok aje Insya Alloh

      Reply
  • 7. Indra PPSE'08  |  June 24, 2009 at 9:00 am

    Cang, kalo dah daftar musti sering2 di pantau…
    Pengalaman daftarin adek 2 tahunan lalu, musti pinter2 pilih kalo gak bakal kegeser terus namanya, apalagi di sekolah favorit… berat…
    Btw, minta tolong dong, bisa kasih prediksi tanggal UTS ma UAS buat semester ganjil besok kagak??? Mau setting schedule kerja buat tengah taun ke-2 nih cang.. Makasih..

    Reply
    • 8. imansyah88  |  June 24, 2009 at 4:17 pm

      Iye…alhamdulillah ade akses internet di rumah, ol 24 jam dah….
      Schedule semester gasal 209/2010 udeh ade tuch kalender akademiknye, ane tinggal di kampus.

      Reply
  • 9. saipul  |  June 26, 2009 at 3:27 am

    Mudah2 an PSB Online di Depok bisa lancar, jgn spt di Surabaya ye

    ITS Bakal Putus Kerja Sama PSB
    SURABAYA – Gagalnya penerapan sistem online dalam penerimaan siswa baru (PSB) di Surabaya berbuntut panjang.Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang menjadi rekanan dalam penerapan sistem ini menyatakan akan mundur.

    Hal ini dipicu sikap Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya yang dianggap terus memojokkan tim ITS atas kegagalan PSB online.Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) ITS Surabaya Prof Riyanarto menuturkan, pihaknya banyak mendapatkan keluhan dari semua dosen dan alumni ITS se-Indonesia atas gagalnya pelaksanaan PSB online yang dituduhkan pada ITS.Padahal, kata Riyanarto, penyebab utama kegagalan PSB online adalah keterlambatan Dindik dalam memasukan data.

    ”Kami ini terlibat dalam PSB online hanya untuk menyediakan tenaga ahli yang mengelola aplikasi. Jadi, pemasukan data definitif bukan pekerjaan kami.Posisinya saat ini kami terus menjadi korban atas kegagalan itu,” ujar Riyanarto ketika ditemui di ruang Rektorat ITS kemarin.

    Riyanarto juga membeberkan bahwa sebelum pelaksanaan PSB online digelar, pihaknya sudah menyarankan Dindik Surabaya untuk mengundur pelaksanaannya.Saran itu diberikan karena pada saat pelaksanaannya, data primer yang dijadikan pedoman PSB onlinebelum masuk ke server.

    Hal ini sudah diprediksi bisa menyulitkan wali murid dalam mengakses pendaftaran. Ironisnya,usulan itu tidak digubris. Panitia PSB Dindik Surabaya tetap memaksakan diri untuk melaksanakan PSB online sesuai jadwal yang telah ditentukan. ”Hasilnya bisa ditebak,semua pelaksanaan online tidak ada yang berfungsi.

    Delapan server yang dipakai jebol dan tidak kuat menampung karena dipaksa memasukan data,” ungkapnya. Sayangnya, lanjut Riyanarto, Dindik Surabaya juga dianggap tidak profesional dalam menyikapi pelaksanaan PSB online yang tidak berfungsi. Dindik serta wali murid terus justru menjadikan ITS sebagai kambing hitam atas semua kegagalan PSB online.

    Dengan pertimbangan kelembagaan, ITS akhirnya memutuskan untuk tidak lagi menjalin kerja sama dengan Dindik Surabaya terkait pelaksanaan PSB tahun-tahun selanjutnya. Padahal, kerja sama yang sudah dimulai sejak 2007 lalu itu sedianya baru akan berakhir pada 2010. ”Ini kannamanya tidak adil melihat semua kejadian itu.

    ITS secara lembaga akan berpikir ulang untuk menjadi partner Dindik Surabaya dalam pelaksanaan PSB meskipun tiga tahun terakhir ini sudah menjalin kerja sama, ”sambungnya. Sekretaris LPPM ITS Surabaya Imam Prayogi mengatakan, kerja sama ITS dengan Dindik Surabaya dalam PSB bukan atas dasar profit.

    Sebab,semua yang dikerjakan tim ahli ITS sebagai tenaga ahli dilakukan untuk pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian perguruan tinggi. ”Tim ITS hanya membantu menjalankan aplikasi.Makanya, kami tidakmenerimabayaranyangtinggi karena kami cuma menyediakan jasa tenaga ahli,”ungkapnya.

    Dindik sendiri, kata Imam, memiliki persiapan yang kurang matang dalam PSB.”Kami sendiri menyesal kenapa semua kesalahan selalu dilimpahkan pada kami,”tegasnya. Ketua Tim pembuatan situs PSB online Surabaya Yudhi Purwanto mengatakan,sejak hari pertama pelaksanaan PSB online,dirinya selalu menjadi sasaran kemarahan wali murid. Parahnya lagi, semua keluhan itu terus memojokkan ITS sebagai biang keladi kekacauan PSB online.

    ”Harusnya Dindik bersikap lebih bijaksana dalam menanggapi masalah ini. Jangan terus memojokkan kami yang sebenarnya hanya sebagai tenaga ahli,”keluhnya. Sementara itu,Kepala Dindik Surabaya Sahudi ketika dikonfirmasi enggan memberikan tanggapan soal ini.Pihaknya beralasan kalau persoalan PSB menjadi kewenangan panitia PSB 2009 yang diketuai Ruddy Winarko.

    ”Silakan saja tanya langsung pada Pak Ruddy,”ungkapnya singkat. Ironisnya lagi, ketika Seputar Indonesia meminta konfirmasi, Ruddy juga tidak mau menjawab terkait polemik ITS dan Dindik Surabaya.” Saya tidak mau memberikan komentar karena kewenangan ada di Kepala Dindik Surabaya (Sahudi),” tegasnya (SINDO)

    Reply
  • 10. gaguk  |  July 3, 2009 at 3:40 am

    Memang beresiko jika sistem psb gagal, apalagi jika bekerjasama dengan pihak perguruan tinggi. Sebaiknya kerjasama dengan pihak swasta yang memang pfofesional dan dapat dipertanggungjawabkan jika ada hal2 yang salah. Contoh seperti DKI Jakarta, Kota Bekasi, dll yang bekerjasama dengan PT. Telkom dalam penyelenggaraan PSB Onlinenya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

June 2009
M T W T F S S
« May   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Most Recent Posts


%d bloggers like this: